Abstract:
Muhammad Hindri Alamsyah. 564211263. 2025. "OPTIMALISASI EXHAUST GAS
RECIRCULATION SYSTEM TERHADAP MAIN ENGINE MV MAERSK NUSSFJORD"
Peningkatan emisi gas buang dari mesin diesel kapal, khususnya nitrogen oksida (NOx),
merupakan isu lingkungan global yang mendapat perhatian serius melalui regulasi
International Maritime Organization (IMO) dalam MARPOL Annex VI. Regulasi ini
menuntut penerapan teknologi pengendalian emisi yang efektif tanpa mengorbankan
keandalan dan performa mesin utama kapal. Salah satu teknologi yang banyak diterapkan
pada kapal modern adalah Exhaust Gas Recirculation (EGR) System, yang bekerja
dengan mensirkulasikan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar guna menurunkan
temperatur puncak pembakaran dan menekan pembentukan NOx. Penelitian ini bertujuan
untuk menganalisis penerapan dan permasalahan operasional Exhaust Gas Recirculation
System pada main engine MV Maersk Nussfjord, khususnya terkait meningkatnya
penumpukan jelaga pada lantern space/scavenge main engine serta terjadinya kondisi low
pressure pada water EGR spray. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif
deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung di atas kapal,
wawancara dengan awak mesin, serta studi dokumentasi terhadap sistem EGR dan
prosedur perawatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan EGR System
yang tidak terencana dan kurang optimal, terutama pada spray nozzle, pompa EGR water,
serta sistem perpipaan dan buffer tank, berkontribusi signifikan terhadap gangguan
kinerja sistem. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan akumulasi jelaga, tetapi juga
berpotensi menurunkan efektivitas pengendalian emisi NOx. Temuan ini menegaskan
bahwa keberhasilan penerapan EGR System sebagai upaya pemenuhan standar emisi
MARPOL Annex VI sangat bergantung pada manajemen pengoperasian dan perawatan
yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan
kontribusi praktis bagi dunia pelayaran, khususnya dalam meningkatkan keandalan
sistem EGR, mendukung kepatuhan terhadap MARPOL Annex VI, serta mewujudkan
pengoperasian kapal yang lebih ramah lingkungan.