<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>DIV - Nautika</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/73</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 17:03:23 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-30T17:03:23Z</dc:date>
<item>
<title>ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM PENENTUAN POSISI KAPAL BERBASIS BENDA ANGKASA DALAM BERNAVIGASI</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5530</link>
<description>ANALISIS PENGGUNAAN SISTEM PENENTUAN POSISI KAPAL BERBASIS BENDA ANGKASA DALAM BERNAVIGASI
UMAM, HURUL
Hurul Umam. 364210923. 2025. “Analisis Penggunaan Sistem Penentuan Posisi Kapal Berbasis&#13;
Benda Angkasa Dalam Bernavigasi”.&#13;
Penelitian ini menganalisis penggunaan sistem penentuan posisi kapal berbasis benda&#13;
angkasa (navigasi astronomi) dalam kegiatan bernavigasi di kapal niaga modern, dengan&#13;
fokus pada rendahnya kesadaran dan pemahaman praktis crew kapal terhadap metode&#13;
tersebut. Perkembangan sistem navigasi elektronik berbasis satelit telah mendorong&#13;
ketergantungan tinggi pada teknologi, sehingga navigasi astronomi sebagai keterampilan&#13;
cadangan yang diwajibkan oleh Standards of Training, Certification and Watchkeeping&#13;
for Seafarers (STCW) jarang diterapkan di atas kapal. Penelitian ini menggunakan&#13;
pendekatan deskriptif kualitatif dengan data yang diperoleh melalui observasi selama&#13;
praktik laut di MV. Habco Ankaa, wawancara dengan crew kapal, serta studi dokumentasi&#13;
dan pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dominasi navigasi elektronik,&#13;
minimnya familiarisasi, keterbatasan pembiasaan praktik, serta persepsi navigasi&#13;
astronomi sebagai metode yang tidak praktis menjadi faktor utama rendahnya penerapan&#13;
navigasi astronomi. Kondisi ini menimbulkan kesenjangan antara standar kompetensi dan&#13;
praktik operasional di atas kapal, sehingga diperlukan upaya peningkatan kesadaran,&#13;
pelatihan praktis, dan dukungan kebijakan guna memperkuat kompetensi navigasi manual&#13;
crew kapal dalam mendukung keselamatan pelayaran.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5530</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>UPAYA PENINGKATAN PEMELIHARAAN EMERGENCY SHUTDOWN SYSTEM (ESDS) UNTUK MENJAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PROSES BONGKAR DI LPGC GAS BENUA</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5529</link>
<description>UPAYA PENINGKATAN PEMELIHARAAN EMERGENCY SHUTDOWN SYSTEM (ESDS) UNTUK MENJAMIN KEAMANAN DAN KESELAMATAN PROSES BONGKAR DI LPGC GAS BENUA
Fardika, M Ravel
M. RAVEL FARDIKA, 2026. Upaya Peningkatan Pemeliharaan Emergency Shutdown&#13;
System (ESDS) Untuk Menjamin Keamanan dan Keselamatan Proses Bongkar Muat di&#13;
LPGC Gas Benua.&#13;
Kegiatan bongkar muat LPG pada kapal gas memiliki tingkat risiko tinggi sehingga&#13;
memerlukan sistem keselamatan yang andal, salah satunya Emergency Shutdown System&#13;
(ESDS). Namun, dalam praktik operasional masih ditemukan kegagalan fungsi ESDS akibat&#13;
kurang optimalnya pemeliharaan, khususnya pada komponen solenoid valve. Penelitian ini&#13;
bertujuan untuk menganalisis efektivitas pemeliharaan ESDS, mengidentifikasi upaya&#13;
peningkatan perawatan sistem, serta menilai peran pengujian ESDS dalam menjamin&#13;
keamanan dan keselamatan proses bongkar muat LPG.&#13;
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan&#13;
pendekatan studi kasus. Data diperoleh melalui observasi langsung di kapal LPG, wawancara&#13;
dengan perwira dan awak kapal yang terlibat dalam operasi muatan, serta studi dokumentasi&#13;
terhadap prosedur dan catatan pemeliharaan. Informan penelitian meliputi perwira dek dan&#13;
mesin yang memiliki tanggung jawab terhadap sistem muatan dan keselamatan.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegagalan fungsi ESDS disebabkan oleh&#13;
kurangnya perawatan berkala, tidak optimalnya pemeriksaan kondisi solenoid valve, serta&#13;
rendahnya kesadaran awak kapal terhadap pentingnya pengujian sistem sebelum bongkar&#13;
muat. Peningkatan pemeliharaan ESDS melalui penerapan prosedur perawatan yang&#13;
konsisten, pengujian rutin, dan peningkatan pemahaman awak kapal terbukti dapat&#13;
meningkatkan keandalan sistem. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pemeliharaan ESDS&#13;
yang terencana dan disiplin merupakan faktor kunci dalam menjamin keselamatan dan&#13;
kelancaran proses bongkar muat LPG di kapal gas.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5529</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS RISIKO MANAJEMEN PEMUATAN DAN PERAWATAN REEFER CONTAINER DI KAPAL PENUMPANG SEMI KONTAINER KM.NGGAPULU</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5528</link>
<description>ANALISIS RISIKO MANAJEMEN PEMUATAN DAN PERAWATAN REEFER CONTAINER DI KAPAL PENUMPANG SEMI KONTAINER KM.NGGAPULU
FITRI NABILLA, AISYAH
Nabilla, Aisyah Fitri. 364210897. 2025. “Analisis Risiko Manajemen Pemuatan dan&#13;
Perawatan Reefer container di Kapal Penumpang Semi Kontainer KM. Nggapulu”&#13;
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen risiko pada proses pemuatan dan&#13;
perawatan reefer container di KM. Nggapulu, salah satu kapal penumpang semi kontainer&#13;
yang dioperasikan oleh PT PELNI (Persero). Latar belakang penelitian didasarkan pada&#13;
temuan di lapangan yang menunjukkan adanya ketidaksesuaian prosedur kerja dengan&#13;
SOP, gangguan suplai listrik, kesalahan penempatan, serta ketidakakuratan pencatatan&#13;
suhu yang berdampak pada kualitas muatan dan efisiensi operasional. Penelitian ini&#13;
menggunakan pendekatan mixed methods dengan memadukan analisis kualitatif melalui&#13;
wawancara mendalam dan observasi langsung, serta analisis kuantitatif melalui&#13;
pengukuran probabilitas dan dampak risiko menggunakan kuesioner kepada 31&#13;
responden awak kapal.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen pemuatan dan perawatan reefer&#13;
container telah mengikuti alur standar, namun masih dihadapkan pada risiko signifikan.&#13;
Risiko tertinggi berasal dari aspek sumber daya manusia berupa human error dalam&#13;
proses bongkar muat dengan skor 16,64, serta gangguan suplai listrik dengan skor 14,91&#13;
yang berpotensi menyebabkan ketidakstabilan pendinginan. Risiko lain yang tergolong&#13;
sedang meliputi ketidaksesuaian penempatan kontainer, keterlambatan plug-in,&#13;
keterbatasan peralatan pendukung, pencatatan suhu yang tidak konsisten, dan komunikasi&#13;
kru yang belum optimal. Analisis risiko menggunakan matriks ISO 31000:2018&#13;
mengklasifikasikan seluruh risiko berada pada level sedang hingga tinggi, tanpa adanya&#13;
risiko kategori rendah.&#13;
Penelitian ini menyimpulkan bahwa dominasi risiko teknis, operasional, dan sumber daya&#13;
manusia menunjukkan perlunya perbaikan berkelanjutan melalui penguatan disiplin SOP,&#13;
pemeliharaan sistem kelistrikan, digitalisasi monitoring suhu, dan peningkatan&#13;
kompetensi kru. Hasil penelitian memberikan implikasi praktis berupa peningkatan&#13;
keandalan sistem pendinginan, efisiensi operasional bongkar muat, pengurangan potensi&#13;
kecelakaan kerja, serta peningkatan reputasi layanan kapal. Rekomendasi diarahkan pada&#13;
pengembangan sistem monitoring terintegrasi, audit rutin, penambahan titik daya, dan&#13;
strategi pengelolaan SDM berbasis kompetensi.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5528</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA BACK PRESSURE TERHADAP KELANCARAN PROSES LOADING DI KAPAL LPG/C SC DISCOVERY XLVI</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5527</link>
<description>ANALISIS PENYEBAB TERJADINYA BACK PRESSURE TERHADAP KELANCARAN PROSES LOADING DI KAPAL LPG/C SC DISCOVERY XLVI
RIZKY ADILLA, NUR
Adilla, Nur Rizky. 2025. “Analisis Penyebab Terjadinya Back Pressure Terhadap&#13;
Kelancaran Proses Loading di Kapal LPG/C SC DISCOVERY XLVI”&#13;
Penelitian ini menganalisis faktor penyebab terjadinya back pressure (variabel X) serta&#13;
pengaruhnya terhadap kelancaran proses loading (variabel Y) pada kapal LPG/C SC&#13;
DISCOVERY XLVI. Back pressure merupakan kondisi tekanan balik yang terjadi akibat&#13;
ketidakseimbangan tekanan antara terminal dan kapal sehingga menghambat aliran&#13;
muatan selama pemuatan LPG. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan&#13;
kuantitatif melalui penyebaran kuesioner kepada 35 responden yang terdiri dari crew dan&#13;
ex-crew kapal. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji&#13;
validitas, uji realibilitas, korelasi pearson, koefisien determinasi serta regresi linier&#13;
sederhana.&#13;
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab terjadinya back pressure yang&#13;
meliputi ketidakstabilan tekanan, perubahan suhu muatan serta kepatuhan terhadap&#13;
prosedur operasi memiliki pengaruh signifikan terhadap kelancaran proses loading. Nilai&#13;
korelasi yang kuat mengindikasikan hubungan positif antara kondisi teknis sistem muatan&#13;
dan efisiensi operasi. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa back pressure&#13;
menyebabkan penurunan flow rate, peningkatan durasi loading serta terganggunya&#13;
kestabilan proses pemindahan muatan. Oleh karena itu, pengendalian tekanan dan suhu,&#13;
peningkatan koordinasi dengan terminal serta optimalisasi pengoperasian cargo&#13;
compressor merupakan langkah penting dalam meminimalkan risiko tejadinya back&#13;
pressure dan memastikan kelancaran proses loading LPG di kapal.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5527</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
