<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" version="2.0">
<channel>
<title>DIV - Teknika</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/72</link>
<description/>
<pubDate>Thu, 30 Apr 2026 18:51:51 GMT</pubDate>
<dc:date>2026-04-30T18:51:51Z</dc:date>
<item>
<title>PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN TANKI BALLAST GUNA MENINGKATKAN PERFORMA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5526</link>
<description>PENGEMBANGAN SISTEM PEMANTAUAN TANKI BALLAST GUNA MENINGKATKAN PERFORMA BALLAST WATER TREATMENT SYSTEM
ALDEBARND TAKALIWUHANG, GERSON
Aldebarnd Takaliwuhang, Gerson. 2025. ”Pengembangan Sistem Pemantauan Tanki&#13;
Ballast Guna Meningkatkan Perfoma Ballast Water Treatment Sysitem”&#13;
Perkembangan teknologi maritim di era industri 4.0 menuntut integrasi sistem otomatisasi&#13;
untuk meningkatkan efisiensi operasional kapal dan meminimalkan risiko manual.&#13;
Pengoperasian tangki ballast konvensional yang masih mengandalkan pemantauan&#13;
manual sering kali menghadapi kendala akurasi data yang berdampak pada stabilitas&#13;
kapal serta efektivitas pengolahan air. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan&#13;
sistem pemantauan tangki ballast berbasis Internet of Things (IoT) guna mengoptimalkan&#13;
performa Ballast Water Treatment System (BWTS). Metode penelitian yang digunakan&#13;
adalah Research and Development (R&amp;D) dengan menerapkan Successive Approximation&#13;
Model (SAM) yang bersifat iteratif untuk memastikan pengembangan produk dilakukan&#13;
secara terstruktur melalui fase perancangan, pembuatan prototipe, dan evaluasi&#13;
berkelanjutan.&#13;
Perangkat keras yang dikembangkan mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor&#13;
ultrasonik HC-SR04 untuk pengukuran level air, dan sensor pH untuk pemantauan&#13;
kualitas air, yang seluruhnya terkoneksi secara real-time ke aplikasi Blynk. Hasil validasi&#13;
oleh ahli menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar 89%, yang masuk dalam kategori&#13;
“Sangat Sesuai”. Berdasarkan pengujian teknis, sistem ini terbukti sangat akurat dengan&#13;
rata-rata tingkat kesalahan (error) hanya sebesar 2% dan mampu memberikan notifikasi&#13;
otomatis saat level air mencapai ambang batas kritis 20% dan 80%. Kesimpulannya,&#13;
implementasi sistem pemantauan berbasis IoT ini efektif dalam mengurangi human error,&#13;
menjamin keandalan data operasional secara kontinu, serta mendukung kepatuhan&#13;
terhadap regulasi lingkungan maritim melalui pengawasan parameter air yang lebih&#13;
presisi.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5526</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>PENGARUH PERAWATAN TERJADWAL TERHADAP KINERJA FRESH WATER GENERATOR DI MV. SPEYK</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5524</link>
<description>PENGARUH PERAWATAN TERJADWAL TERHADAP KINERJA FRESH WATER GENERATOR DI MV. SPEYK
PRASETYO UTOMO, AGAM
AGAM PRASETYO UTOMO, NRP 564211229. Pengaruh Perawatan Terjadwal&#13;
Terhadap Kinerja Fresh Water Generator Di MV. SPEYK.&#13;
Penyediaan air tawar di atas kapal merupakan kebutuhan vital baik untuk operasional&#13;
permesinan maupun kebutuhan domestik awak kapal. Penelitian ini dilakukan di kapal&#13;
MV. SPEYK milik perusahaan Royal Wagenborg selama periode September 2023&#13;
hingga Oktober 2024. Fokus utama penelitian ini adalah menganalisis penurunan&#13;
kinerja Fresh Water Generator (FWG) yang hanya mampu memproduksi air tawar&#13;
sebanyak 3 hingga 6 ton per hari dari kapasitas normal sebesar 10 ton per hari.&#13;
Masalah utama yang diidentifikasi dalam penelitian ini meliputi: Ketidakpatuhan&#13;
terhadap Planned Maintenance System (PMS): Perawatan bulanan tidak dilaksanakan&#13;
sesuai jadwal atau tidak sepenuhnya mengacu pada manual book dikarenakan padatnya&#13;
jadwal pelayaran kapal (voyage schedule) yang membatasi waktu kerja masinis.&#13;
Gangguan Teknis pada Pompa Ejector: Ditemukan keausan pada komponen impeller&#13;
pompa ejector yang mengakibatkan penurunan tekanan hisap dan tingkat kevakuman&#13;
(hanya mencapai 45–56,3 cmHg dari standar normal 63,8–71,3 cmHg), sehingga proses&#13;
penguapan menjadi tidak optimal. Akumulasi Endapan Garam: Terbentuknya kerak&#13;
garam pada plat kisi evaporator akibat distribusi panas yang tidak merata dan prosedur&#13;
pengoperasian yang tidak tepat, yang menghambat efisiensi perpindahan panas.&#13;
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan&#13;
data melalui observasi langsung, wawancara dengan Masinis 3, serta dokumentasi&#13;
berupa instruction manual book Hansun FWG-10 dan jurnal harian mesin. Hasil&#13;
penelitian menyimpulkan bahwa perawatan yang terjadwal dan sistematis sangat&#13;
berpengaruh terhadap optimalisasi kinerja FWG. Penulis menyarankan agar&#13;
pelaksanaan PMS diperketat sesuai jadwal dan dilakukan pemeriksaan rutin terhadap&#13;
keausan komponen pompa ejector guna memastikan kontinuitas pasokan air tawar yang&#13;
berkualitas di atas kapal.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5524</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>MENGOPTIMALKAN KINERJA LUBRICATING OIL PURIFIER GUNA KELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN INDUK DI MV. HIJAUSAMUDRA</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5523</link>
<description>MENGOPTIMALKAN KINERJA LUBRICATING OIL PURIFIER GUNA KELANCARAN PENGOPERASIAN MESIN INDUK DI MV. HIJAUSAMUDRA
KHAMAN DANU GULTOM, PITO
Gultom,Pito Khaman Danu. 2025. “Mengoptimalkan Kinerja Lubricating Oil Purifier&#13;
Guna Kelancaran Pengperasian Mesin Induk Di MV. HIJAU SAMUDRA ”&#13;
Lubricating Oil Purifier memiliki peranan vital dalam menjaga kualitas minyak&#13;
pelumas pada mesin induk kapal. Fungsinya yang utama adalah memisahkan kotoran&#13;
padat dan kandungan air yang bercampur dengan oli, sehingga pelumasan tetap optimal&#13;
dan komponen mesin terlindungi dari kerusakan akibat gesekan berlebih. Namun, dalam&#13;
praktik laut di atas MV. Hijau Samudra, ditemukan sejumlah permasalahan signifikan,&#13;
seperti getaran abnormal dan overflow pada purifier. Kedua masalah ini berdampak&#13;
pada turunnya efisiensi proses pemurnian oli, menyebabkan gangguan pada sistem&#13;
pelumasan mesin induk, hingga memicu alarm peringatan yang berdampak pada&#13;
perlambatan operasi mesin utama kapal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode&#13;
deskriptif kualitatif melalui observasi langsung, studi pustaka, wawancara dengan&#13;
perwira mesin, serta dokumentasi selama periode Februari 2023 hingga Februari 2024.&#13;
Analisis data dilakukan menggunakan Fishbone Diagram untuk memetakan penyebab&#13;
masalah, dan metode USG (Urgency, Seriousness, Growth) untuk menentukan prioritas&#13;
tindakan perbaikan. Hasil penelitian menunjukkan beberapa faktor penyebab utama,&#13;
yaitu kerusakan bearing yang menyebabkan ketidakseimbangan shaft, penggunaan suku&#13;
cadang tidak orisinil, serta prosedur pengoperasian purifier yang tidak sesuai petunjuk&#13;
manual. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, solusi yang diterapkan meliputi&#13;
penggantian bearing dan shaft secara berkala, pemilihan spare part asli sesuai&#13;
spesifikasi pabrik, pelatihan teknis awak kapal tentang prosedur pengoperasian yang&#13;
benar, serta penerapan perawatan terjadwal berdasarkan Planned Maintenance System&#13;
(PMS). Penerapan langkah-langkah tersebut terbukti mampu mengurangi risiko&#13;
overflow dan getaran, meningkatkan kualitas minyak pelumas yang bersih, serta&#13;
menjamin keberlangsungan operasi mesin induk secara efisien dan andal. Penelitian ini&#13;
diharapkan dapat menjadi referensi praktis bagi pelaku industri pelayaran dalam&#13;
menjaga kinerja Lubricating Oil Purifier agar selalu optimal dan mendukung&#13;
keselamatan pelayaran..
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5523</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
<item>
<title>OPTIMALISASI EXHAUST GAS RECIRCULATION TERHADAP MAIN ENGINE MV MAERSK NUSSFJORD</title>
<link>http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5521</link>
<description>OPTIMALISASI EXHAUST GAS RECIRCULATION TERHADAP MAIN ENGINE MV MAERSK NUSSFJORD
HINDRI ALAMSYAH, MUHAMMAD
Muhammad Hindri Alamsyah. 564211263. 2025. "OPTIMALISASI EXHAUST GAS&#13;
RECIRCULATION SYSTEM TERHADAP MAIN ENGINE MV MAERSK NUSSFJORD"&#13;
Peningkatan emisi gas buang dari mesin diesel kapal, khususnya nitrogen oksida (NOx),&#13;
merupakan isu lingkungan global yang mendapat perhatian serius melalui regulasi&#13;
International Maritime Organization (IMO) dalam MARPOL Annex VI. Regulasi ini&#13;
menuntut penerapan teknologi pengendalian emisi yang efektif tanpa mengorbankan&#13;
keandalan dan performa mesin utama kapal. Salah satu teknologi yang banyak diterapkan&#13;
pada kapal modern adalah Exhaust Gas Recirculation (EGR) System, yang bekerja&#13;
dengan mensirkulasikan kembali sebagian gas buang ke ruang bakar guna menurunkan&#13;
temperatur puncak pembakaran dan menekan pembentukan NOx. Penelitian ini bertujuan&#13;
untuk menganalisis penerapan dan permasalahan operasional Exhaust Gas Recirculation&#13;
System pada main engine MV Maersk Nussfjord, khususnya terkait meningkatnya&#13;
penumpukan jelaga pada lantern space/scavenge main engine serta terjadinya kondisi low&#13;
pressure pada water EGR spray. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif&#13;
deskriptif, dengan metode pengumpulan data melalui observasi langsung di atas kapal,&#13;
wawancara dengan awak mesin, serta studi dokumentasi terhadap sistem EGR dan&#13;
prosedur perawatannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perawatan EGR System&#13;
yang tidak terencana dan kurang optimal, terutama pada spray nozzle, pompa EGR water,&#13;
serta sistem perpipaan dan buffer tank, berkontribusi signifikan terhadap gangguan&#13;
kinerja sistem. Kondisi tersebut tidak hanya meningkatkan akumulasi jelaga, tetapi juga&#13;
berpotensi menurunkan efektivitas pengendalian emisi NOx. Temuan ini menegaskan&#13;
bahwa keberhasilan penerapan EGR System sebagai upaya pemenuhan standar emisi&#13;
MARPOL Annex VI sangat bergantung pada manajemen pengoperasian dan perawatan&#13;
yang terstruktur dan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan&#13;
kontribusi praktis bagi dunia pelayaran, khususnya dalam meningkatkan keandalan&#13;
sistem EGR, mendukung kepatuhan terhadap MARPOL Annex VI, serta mewujudkan&#13;
pengoperasian kapal yang lebih ramah lingkungan.
</description>
<pubDate>Mon, 20 Apr 2026 00:00:00 GMT</pubDate>
<guid isPermaLink="false">http://repository.stipjakarta.ac.id//handle/123456789/5521</guid>
<dc:date>2026-04-20T00:00:00Z</dc:date>
</item>
</channel>
</rss>
